08.13 | Author: bobbie.gitu
Perubahan Wujud Zat


Zat Padat

Zat padat yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari diantaranya buku, uang logam, besi, baja dan arang. Benda-benda tersebut cenderung memiliki bentuk dan volume yang relatif tetap selama tidak ada gaya dari luar yang mengubah bentuknya. Pada dasarnya, zat padat memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya selalu tetap dimanapun zatnya disimpan.
2.Tidak dapat mengalir.
3.Volumenya relatif tetap saat diberi tekanan.
4.Tidak dapat dimampatkan.
5.Mempunyai kekerasan yang tinggi.

Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat padat mempunyai susunan partikel yang teratur dan jarak antar partikel sangat dekat atau rapat sehingga ikatan antar partikelnya sangat kuat.

Zat Cair

Zat cair merupakan zat yang pada suhu kamar berwujud cair. Zat cair yang kita kenal sehari-hari adalah air sirup, alkohol, oli dan minyak tanah. Secara umum, zat cair memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya berubah-ubah
2.Memiliki volum tertentu yaitu sesuai dengan volum wadah yang diisinya
3.Dapat mengalir
4.Tidak dapat dimampatkan

Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang teratur dan jarak antar partikelnya relatif lebih jauh dibandingkan dengan zat padat. Hal ini menyebabkan gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat dengan leluasa bergerak. Hal ini yang menyebabkan zat cair dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain.

Gas

Gas merupakan zat yang mempunyai bentuk dan volum yang tidak tetap. Contoh gas yangterdapat di udara antara lain oksigen, hidrogen, nitrogen, argon, neon dan maih banyak lagi. Secara umum, gas memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya tidak tetap
2.Volumenya tidak tetap, sesuai dengan ruangan yang diisinya
3.Dapat mengalir
4.Dapat dimampatkan

Gas memiliki sifat-sifat tersebut karena gas mempunyai susunan partikel yang tidak teratur dan jarak antar partikelnya sangat jauh dibandingkan dengan zat padat maupun zat cair. Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antar partikel gas sangat lemah. Sehingga partikel-partikel gas dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan dapat menyebar dalam ruangan yang diisinya.



Perubahan Wujud Zat

Suatu zat tidak selalu tetap berada dalam wujudnya.Namun, suatu ketika zat dapat mengalami perubahan wujud menjadi wujud lain. Sebagai contoh, air dapat membeku menjadi es, atau menguap menjadi gas (uap air). Sebaliknya, es juga dapat mencair dan dapat mencair dan uap air dapat mengembun menjadi air. Pernahkah kalian berfikir,mengapa hal itu bisa terjadi?

Zat dapat berubah wujud karena adanya pengaruh suhu. Pada dasarnya,perubahan suhu zat akan menyebabkan terjadinya perubahan susunan partikel-partikel zat tersebut. Dalam hal ini, jika suatu zat padat dipanaskan hingga mempunyai suhu yang tinggi, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan semakin renggang seiring dengan semakin tingginya suhu. Pada suhu tertentu,susunan partikel zat tersebut menyebabkan zat berubah menjadi cair. Jika pada keadaan cair, suhu zat terus dinaikkan melalui pemanasan, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan sangat renggang, dan memungkinkan zat tersebut berubah wujud menjadi gas.

Ketika suatu zat dipanaskan, maka partikel-partikel zat tersebut akan menyerap energi panas(kalor). Energi panas ini kemudian digunakan oleh partikel-partikel tersebut untuk bergetar dengan cepat dan bergerak saling menjauh, sehingga pada keadaan tertentu keadaan zat tersebut akan berubah wujud menjadi cair dan kemudian dari cair menjadi gas.

Sementara itu, ketika suatu zat didinginkan, maka partikel-partikel zat tersebut mengalami kekurangan energi, sehingga gaya tarik antarpartikel lebih kuat. Akibatnya jarak anrtarpartikel zat lebih rapat dibandingkan dengan sebelumnya. Keadaan tersebut menyebabkan perubahan wujud zat, yaitu dari gas menjadi cair, dari cair menjadi padat.



Pada dasarnya, perubahan wujud zat terdiri dari membeku,mencair,menguap,mengembun,menyublim, dan mendeposit. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang perubahan wujud yang terdiri dari membeku, mencair, dan menguap


a. Membeku

Membeku adalah proses perubahan wujud suatu zat dari cair menjadi padat. Sebagai contoh, pada suhu tertentu air dapat membeku menjadi es. Proses membekunya suatu zat biasanya terjadi pada suhu yang rendah. Suhu ketika suatu zat cair berubah wujud menjadi padat dinamakan titik beku. Setiap benda memiliki titk beku yang berbeda-beda Titik beku merupakan sifat fisika benda yang dapat digunakan utnuk meramalkan bentuk zat pada suhu tertentu.

b. Mencair

Mencair atau meleleh adalah proses perubahan wujud suatu zat dari padat menjadi cair. Sebagai contoh, lilin akan mencair atau meleleh ketika dibakar, es yang dibiarkan di udara terbuka akan mencair. Proses mencair atau meleleh juga sering disebut dengan istilah lain, yaitu melebur.
Suhu ketika suatu zat mulai mencair disebut dengan titik cair, titik leleh, atau titik lebur. Akan tetapi, yang paling umum digunakan adalah titik lebur.
Dengan mengetahui titik lebur suatu zat, maka kita dapat mengetahui kemurnian suatu zat. Untuk zat-zat murni, pada umumnya memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan ketika zat tersebut telah tercampur dengan zat lain. Berdasarkan hal inilah, maka untuk memperoleh logam yang murni, maka bijih logam yang dihasilkan dari proses tambang dipanaskan dalam dapur pemanasan sampai melebur dan kemudian melalui proses lebih lanjut akan diperoleh logam yang murni.

c. Menguap

Menguap adalah proses perubahan wujud suatu zat dari bentuk cair menjadi gas atau uap. Suhu ketika suatu zat cair berubah menajdi uap disebut dengan titik uap.
Ketika suatu zat cair dipanaskan pada tekanan normal (1 atm), maka pada suhu tertentu akan terlihat pada seluruh bagian zat cair timbul gelembung-gelembung yang bergerak ke atas dan kemudian pecah saat mencapai permukaan. Pada keadaan yang demikian, zat cair dikatakan mendidih. Ketika suatu zat cair mendidih, maka hampir tiap bagian zat segera berubah menjadi uap. Berdasarkan hal ini, maka titik uap sering disebut dengan titik didih. Sebagai contoh, air murni mendidih ketika mencapai suhu + 100 pada tekanan normal (1 atm), dan pada keadaan tersebut partikel-partikel air akan berubah menjadi gas.

d.Menyublin

Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim. Contohnya, penguapan kapur barus. perubahan ini membutuhkan kalor.
terjadinya pelangi
08.13 | Author: bobbie.gitu
Pelangi



Pelangi merupakan fenomena optik dan meteorologi yang menghasilkan spektrum cahaya di langit apabila matahari bersinar semasa hujan turun. Ia merupakan satu lengkung yang berwarna-warni dengan warna merah di lengkung paling luar dan ungu di lengkung paling dalam. Mengikut urutan, warnanya ialah merah, jingga, kuning, hijau, biru, indigo dan ungu.

Cahaya
merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yaitu merupakan gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik.Cahaya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan Matahari adalah sumber cahaya utama di Bumi,selain itu Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk membuat makanan.
Adapun Sifat-sifat cahaya ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah. Buktinya adalah kita dapat melihat sebuah lampu yang menyala dari segala penjuru dalam sebuah ruang gelap. Apabila cahaya terhalang, bayangan yang dihasilkan disebabkan cahaya yang bergerak lurus tidak dapat berbelok. cahaya dapat mengalami pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, polarisasi. Dan dipancarkan dalam bentuk radiasi.
Pembiasan cahaya
Pembiasan cahaya ialah pembelokan arah cahaya ketika memasuki medium lain yang berbeda kerapatan optiknya. Cahaya dibiaskan apabila bergerak miring melalui medium yang berbeda seperti dari udara ke kaca lalu melewati air. Keadaan ini disebut sebagai pembiasan cahaya. Hal ini karena cahaya bergerak lebih cepat di medium yang kurang padat. Namun cahaya yang datang dengan sudut datang 90 derajat, (tegak lurus) melalui medium yang berbeda tidak dibiaskan. Contoh hal pembiasan dalam hal sehari-hari adalah seperti pada kasus sedotan minuman yang kelihatan bengkok dan lebih besar di dalam air, atau pada kasus dasar kolam kelihatan lebih cetek dari kedalaman sebenarnya.


Pembiasan cahaya pada prisma
Prisma adalah benda bening yang terbentuk dari gelas yang dibatasi oleh dua buah bidang yang membentuk sudut tertentu bidang permukaannya disebut bidang pembias dan sudut yang dibentuk oleh kedua bidang pembias disebut sudut pembias. Jika sinar dijatuhkan pada bidang pembias pertama, maka sinar yang keluar dari bidang pembias kedua membentuk sudut tertentu dengan sinar masuk. Sudut yang dibentuk oleh sinar keluar prisma dengan sinar yang masuk ke prisma disebut sudut devisiasi (D)


Dispersi Cahaya pada prisma
Ketika cahaya putih mengenai bidang pembias prisma, maka sinar-sinar yang keluar dari bidang pembias prisma akan terurai menjadi komponen-komponen warna. Peristiwa terurainya cahaya putih menjadi komponen-komponen warna disebut dispersi cahaya. Dispersi cahaya pada prisma terjadi karena adanya perbedaan indeks bias kaca untuk setiap warna cahaya.
Warna-warna dalam cahaya matahari
Cahaya putih matahari terdiri daripada tujuh warna iaitu:
1. Merah
2. Jingga
3. Kuning
4. Hijau
5. Biru
6. Biru tua (Indigo)
7. Ungu



Terjadinya pelangi
Pelangi dihasilkan apabila berkas cahaya matahari mengenai titik-titik air yang besar, maka sinar itu dibiaskan oleh bagian depan permukaan air.titisan air sebagai prisma dan pada saat sinar memasuki titik air , sebagian sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang permukaan air, kemudian mengenai permukaan depan dan akhirnya dibiaskan oleh permukaan depan . karena dibiaskan maka sinar inipun pun terdispersi menjadi spektrum matahari, maka sinar putih matahari menjadi berwarna- warni sesuai dengan spectrum matahari yaitu, merahMerah,Jingga,Kuning,Hijau,Biru,Biru tua (Indigo)dan Ungu.warna-warna inilah yang dikatakan pelangi. Ia berbentuk melengkung (bulat) kerana titisan air di udara berbentuk bulat/sfera.

(sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas )
artikel bunyi
08.05 | Author: bobbie.gitu
BUNYI

Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu benda yang bergetar. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang dapat merambat melalui medium padat, cair, dan gas. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga mempunyai sifat-sifat dapat dipantulkan (reflection), dan dapat dibiaskan (interferention).

Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik
Kecepatan Bunyi
Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu


Resonansi

Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah.
1.Pemantulan gelombang bunyi
Pemantulan gelombang bunyi dapat memberikan dampak merugikan dan menguntungkan, antara lain :
 timbulnya gaung/gema di dalam ruangan yang luas,
 pemanfaatan bunyi untuk mengukur kedalaman sumur.

Gema
Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan, seperti tebing pegunungan, dan kembali kepada kita segera setelah bunyi asli dikeluarkan. Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser tergantung pada cara bunyi bergaung di dalamnya.
2.Interferensi gelombang bunyi
Dua sumber bunyi dari dua pengeras suara yang berasal dari sebuah audio generator akan menghasilkan gelombang-gelombang bunyi yang koheren, yaitu dua gelombang dengan frekuensi sama, amplitudo sama, dan beda fase tetap. Jika rapatan bertemu rapatan atau regangan bertemu regangan maka terjadi penguatan bunyi (konstruktif) sehingga bunyi terdengar semakin keras. Jika regangan bertemu rapatan maka terjadi pelemahan bunyi (destruktif) sehingga bunyi terdengar semakin lemah.Secara matematis penguatan terjadi jika selisih panjang gelombang sebesar 2n dan pelemahan terjadi jika selisih panjang gelombang (2n+1).Pada kegiatan paduan suara, seorang konduktor memberikan aba menyamakan suara maksudnya menyamakan tinggi-rendahnya suara atau frekuensi sehingga terjadi interferensi bunyi. Tetapi kadang-kadang suara yang terdengar tidak tepat sama tinggi-rendahnya, berarti telah terjadi pelayangan bunyi yang frekuensi pelayangannya dapat dihitung dengan persamaan fpelayangan = ftinggi – frendah

(sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
artikel bunyi
08.05 | Author: bobbie.gitu
BUNYI

Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu benda yang bergetar. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang dapat merambat melalui medium padat, cair, dan gas. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga mempunyai sifat-sifat dapat dipantulkan (reflection), dan dapat dibiaskan (interferention).

Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik
Kecepatan Bunyi
Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu


Resonansi

Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah.
1.Pemantulan gelombang bunyi
Pemantulan gelombang bunyi dapat memberikan dampak merugikan dan menguntungkan, antara lain :
 timbulnya gaung/gema di dalam ruangan yang luas,
 pemanfaatan bunyi untuk mengukur kedalaman sumur.

Gema
Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan, seperti tebing pegunungan, dan kembali kepada kita segera setelah bunyi asli dikeluarkan. Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser tergantung pada cara bunyi bergaung di dalamnya.
2.Interferensi gelombang bunyi
Dua sumber bunyi dari dua pengeras suara yang berasal dari sebuah audio generator akan menghasilkan gelombang-gelombang bunyi yang koheren, yaitu dua gelombang dengan frekuensi sama, amplitudo sama, dan beda fase tetap. Jika rapatan bertemu rapatan atau regangan bertemu regangan maka terjadi penguatan bunyi (konstruktif) sehingga bunyi terdengar semakin keras. Jika regangan bertemu rapatan maka terjadi pelemahan bunyi (destruktif) sehingga bunyi terdengar semakin lemah.Secara matematis penguatan terjadi jika selisih panjang gelombang sebesar 2n dan pelemahan terjadi jika selisih panjang gelombang (2n+1).Pada kegiatan paduan suara, seorang konduktor memberikan aba menyamakan suara maksudnya menyamakan tinggi-rendahnya suara atau frekuensi sehingga terjadi interferensi bunyi. Tetapi kadang-kadang suara yang terdengar tidak tepat sama tinggi-rendahnya, berarti telah terjadi pelayangan bunyi yang frekuensi pelayangannya dapat dihitung dengan persamaan fpelayangan = ftinggi – frendah

(sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
contoh penulisan ilmiah singkat....
08.01 | Author: bobbie.gitu
judul:

Perawatan Air induction dan Exhaust System dengan Turbocharger

1.2 Permasalahan
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana merawat air inductin dan exhaust sisitem yang dilengkapi dengan Turbocharger.

1.2.1 Pembatasan Masalah

Dalam penelitiaan ini penulis membatasi permasalahannya agar tujuan penelitiaan lebih khusus, maka batasan masalahnya dengan menitikberatkan pada masalah-masalah sebagai berikut:

1.2.1.1 Bagaimana merawat Pre-Cleaner?
1.2.1.2 Bagaimana merawat Air Cleaner?
1.2.1.3 Bagaimana merawat Turbocharger?




BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Pre-cleaner

Pre-Cleaner adalah suatu alat yang berfungsi menghilangkan kotoran atau debu kasar yang terbawa oleh udara, sebelum masuk ke penyaring utama atau air clener. Dengan cara melemparkan debu berat keluar filter, karena udara yang masuk berpusar mengikuti bentuk siklon vane atau sudu melingkar yang terdapat di dalam filter ini.

2.2 Air Cleaner

Air Cleaner adalah suatu alat atau tempat penyaring udara ke dua setelah Pre-cleaner,udara yang masuk dalam filter ini akan di saring oleh elemen penyaring yang terdapat di dalam, berupa kertas khusus yang mampu menyaring udara menjadi lebih bersih lagi.


2.3 Turbocharger

Turbocharger adalah suatu alat tambahan pada mesin yang berfungsi memompakan udara yang masuk menjadi relative lebih besar dari pada udara yang masuk ke ruang bakar mesin yang tidak dilengkapi dengan Turbocharger. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan gas buang untuk memutar sudu turbin yang telah di sambung dengan kipas kompresor pada ujung satu nya, sehingga kipas kompresor juga akan berputar dan terjadi sedotan terhadap udara yang kemudiaan dihantarkan ke ruang bakar.
Kutipan diperlukan dalam menguraikan isi bab II dengan tujuaan agar tidak menimbulkan keraguan bagi pembaca akan kebenaran dari pada apa yang telah ditulis pada bab II.
Pola pengetikannya adalah sbb:

..............................................
..............................................1.5 spasi
….. ……………………………2 spasi
..........................................
…………………………….1 spasi

(Np;Th;hlm) rujukan pustaka
(catatan: digunakan jika kutipannya panjang)


……………………………………
…………………………………….1.5 spasi
.....”........................................2 spasi
…………………………….
……………………………”1.5 spasi

(Np;Thn;hlm) rujukan pustaka
(catatan : digunakan bila kutipan pendek)



Hubungan antara keduanya adalah sama-sama memberitahukan atau menunjukkan sumber referensi yang diambil untuk mendukung penulisan laporan.
Contoh : Rujukan Pustaka
Sularso;1978;hlm:211
Daftar Pustaka
Sularso,1978,”Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin”, Jakarta,PT.Pradaya Paramita.



5.1 Kesimpulan

5.1.1 Pre cleaner
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitian yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa untuk merawat Pre cleaner adalah cukup dengan mebersihkannya secara rutin dan berkala setiap sebelum dilakukannya pengoperasiaan.

5.1.2 Air cleaner
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitiaan yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa, cara perawatan air cleaner adalah cukup dengan dilakukannya pembersihan elemen pembersihnya yang teratur dan berkala .

5.1.3 Turbocharger
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitiaan yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa, cara perawatan Turbocharger adalah cukup dengan membersihkan rumah serta kipas kompresor dan sudu turbin, dan tidak lupa lakukan pengecekan terhadap bentalannya apakah masih dapat dipakai atau tidak.

5.2 Saran
Berdasarkan pada kesimpulan diatas maka,lakukanlah pembersihan pada setiap komponen secara rutin dan berkala,agar memperoleh hasil yang lebih baik pada sebuah mesin terutama mesin yang dilengkapi dengan Turbocharger.