judul:
Perawatan Air induction dan Exhaust System dengan Turbocharger
1.2 Permasalahan
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana merawat air inductin dan exhaust sisitem yang dilengkapi dengan Turbocharger.
1.2.1 Pembatasan Masalah
Dalam penelitiaan ini penulis membatasi permasalahannya agar tujuan penelitiaan lebih khusus, maka batasan masalahnya dengan menitikberatkan pada masalah-masalah sebagai berikut:
1.2.1.1 Bagaimana merawat Pre-Cleaner?
1.2.1.2 Bagaimana merawat Air Cleaner?
1.2.1.3 Bagaimana merawat Turbocharger?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pre-cleaner
Pre-Cleaner adalah suatu alat yang berfungsi menghilangkan kotoran atau debu kasar yang terbawa oleh udara, sebelum masuk ke penyaring utama atau air clener. Dengan cara melemparkan debu berat keluar filter, karena udara yang masuk berpusar mengikuti bentuk siklon vane atau sudu melingkar yang terdapat di dalam filter ini.
2.2 Air Cleaner
Air Cleaner adalah suatu alat atau tempat penyaring udara ke dua setelah Pre-cleaner,udara yang masuk dalam filter ini akan di saring oleh elemen penyaring yang terdapat di dalam, berupa kertas khusus yang mampu menyaring udara menjadi lebih bersih lagi.
2.3 Turbocharger
Turbocharger adalah suatu alat tambahan pada mesin yang berfungsi memompakan udara yang masuk menjadi relative lebih besar dari pada udara yang masuk ke ruang bakar mesin yang tidak dilengkapi dengan Turbocharger. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan gas buang untuk memutar sudu turbin yang telah di sambung dengan kipas kompresor pada ujung satu nya, sehingga kipas kompresor juga akan berputar dan terjadi sedotan terhadap udara yang kemudiaan dihantarkan ke ruang bakar.
Kutipan diperlukan dalam menguraikan isi bab II dengan tujuaan agar tidak menimbulkan keraguan bagi pembaca akan kebenaran dari pada apa yang telah ditulis pada bab II.
Pola pengetikannya adalah sbb:
..............................................
..............................................1.5 spasi
….. ……………………………2 spasi
..........................................
…………………………….1 spasi
(Np;Th;hlm) rujukan pustaka
(catatan: digunakan jika kutipannya panjang)
……………………………………
…………………………………….1.5 spasi
.....”........................................2 spasi
…………………………….
……………………………”1.5 spasi
(Np;Thn;hlm) rujukan pustaka
(catatan : digunakan bila kutipan pendek)
Hubungan antara keduanya adalah sama-sama memberitahukan atau menunjukkan sumber referensi yang diambil untuk mendukung penulisan laporan.
Contoh : Rujukan Pustaka
Sularso;1978;hlm:211
Daftar Pustaka
Sularso,1978,”Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin”, Jakarta,PT.Pradaya Paramita.
5.1 Kesimpulan
5.1.1 Pre cleaner
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitian yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa untuk merawat Pre cleaner adalah cukup dengan mebersihkannya secara rutin dan berkala setiap sebelum dilakukannya pengoperasiaan.
5.1.2 Air cleaner
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitiaan yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa, cara perawatan air cleaner adalah cukup dengan dilakukannya pembersihan elemen pembersihnya yang teratur dan berkala .
5.1.3 Turbocharger
Berdasarkan pada penjelasan pada bab sebelumnya pada penelitiaan yang telah dilakukan ini maka, dapat disimpulkan bahwa, cara perawatan Turbocharger adalah cukup dengan membersihkan rumah serta kipas kompresor dan sudu turbin, dan tidak lupa lakukan pengecekan terhadap bentalannya apakah masih dapat dipakai atau tidak.
5.2 Saran
Berdasarkan pada kesimpulan diatas maka,lakukanlah pembersihan pada setiap komponen secara rutin dan berkala,agar memperoleh hasil yang lebih baik pada sebuah mesin terutama mesin yang dilengkapi dengan Turbocharger.
|
This entry was posted on 08.01 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
0 komentar: