Perubahan Wujud Zat
Zat Padat
Zat padat yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari diantaranya buku, uang logam, besi, baja dan arang. Benda-benda tersebut cenderung memiliki bentuk dan volume yang relatif tetap selama tidak ada gaya dari luar yang mengubah bentuknya. Pada dasarnya, zat padat memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya selalu tetap dimanapun zatnya disimpan.
2.Tidak dapat mengalir.
3.Volumenya relatif tetap saat diberi tekanan.
4.Tidak dapat dimampatkan.
5.Mempunyai kekerasan yang tinggi.
Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat padat mempunyai susunan partikel yang teratur dan jarak antar partikel sangat dekat atau rapat sehingga ikatan antar partikelnya sangat kuat.
Zat Cair
Zat cair merupakan zat yang pada suhu kamar berwujud cair. Zat cair yang kita kenal sehari-hari adalah air sirup, alkohol, oli dan minyak tanah. Secara umum, zat cair memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya berubah-ubah
2.Memiliki volum tertentu yaitu sesuai dengan volum wadah yang diisinya
3.Dapat mengalir
4.Tidak dapat dimampatkan
Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang teratur dan jarak antar partikelnya relatif lebih jauh dibandingkan dengan zat padat. Hal ini menyebabkan gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat dengan leluasa bergerak. Hal ini yang menyebabkan zat cair dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain.
Gas
Gas merupakan zat yang mempunyai bentuk dan volum yang tidak tetap. Contoh gas yangterdapat di udara antara lain oksigen, hidrogen, nitrogen, argon, neon dan maih banyak lagi. Secara umum, gas memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.Bentuknya tidak tetap
2.Volumenya tidak tetap, sesuai dengan ruangan yang diisinya
3.Dapat mengalir
4.Dapat dimampatkan
Gas memiliki sifat-sifat tersebut karena gas mempunyai susunan partikel yang tidak teratur dan jarak antar partikelnya sangat jauh dibandingkan dengan zat padat maupun zat cair. Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antar partikel gas sangat lemah. Sehingga partikel-partikel gas dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan dapat menyebar dalam ruangan yang diisinya.
Perubahan Wujud Zat
Suatu zat tidak selalu tetap berada dalam wujudnya.Namun, suatu ketika zat dapat mengalami perubahan wujud menjadi wujud lain. Sebagai contoh, air dapat membeku menjadi es, atau menguap menjadi gas (uap air). Sebaliknya, es juga dapat mencair dan dapat mencair dan uap air dapat mengembun menjadi air. Pernahkah kalian berfikir,mengapa hal itu bisa terjadi?
Zat dapat berubah wujud karena adanya pengaruh suhu. Pada dasarnya,perubahan suhu zat akan menyebabkan terjadinya perubahan susunan partikel-partikel zat tersebut. Dalam hal ini, jika suatu zat padat dipanaskan hingga mempunyai suhu yang tinggi, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan semakin renggang seiring dengan semakin tingginya suhu. Pada suhu tertentu,susunan partikel zat tersebut menyebabkan zat berubah menjadi cair. Jika pada keadaan cair, suhu zat terus dinaikkan melalui pemanasan, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan sangat renggang, dan memungkinkan zat tersebut berubah wujud menjadi gas.
Ketika suatu zat dipanaskan, maka partikel-partikel zat tersebut akan menyerap energi panas(kalor). Energi panas ini kemudian digunakan oleh partikel-partikel tersebut untuk bergetar dengan cepat dan bergerak saling menjauh, sehingga pada keadaan tertentu keadaan zat tersebut akan berubah wujud menjadi cair dan kemudian dari cair menjadi gas.
Sementara itu, ketika suatu zat didinginkan, maka partikel-partikel zat tersebut mengalami kekurangan energi, sehingga gaya tarik antarpartikel lebih kuat. Akibatnya jarak anrtarpartikel zat lebih rapat dibandingkan dengan sebelumnya. Keadaan tersebut menyebabkan perubahan wujud zat, yaitu dari gas menjadi cair, dari cair menjadi padat.
Pada dasarnya, perubahan wujud zat terdiri dari membeku,mencair,menguap,mengembun,menyublim, dan mendeposit. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang perubahan wujud yang terdiri dari membeku, mencair, dan menguap
a. Membeku
Membeku adalah proses perubahan wujud suatu zat dari cair menjadi padat. Sebagai contoh, pada suhu tertentu air dapat membeku menjadi es. Proses membekunya suatu zat biasanya terjadi pada suhu yang rendah. Suhu ketika suatu zat cair berubah wujud menjadi padat dinamakan titik beku. Setiap benda memiliki titk beku yang berbeda-beda Titik beku merupakan sifat fisika benda yang dapat digunakan utnuk meramalkan bentuk zat pada suhu tertentu.
b. Mencair
Mencair atau meleleh adalah proses perubahan wujud suatu zat dari padat menjadi cair. Sebagai contoh, lilin akan mencair atau meleleh ketika dibakar, es yang dibiarkan di udara terbuka akan mencair. Proses mencair atau meleleh juga sering disebut dengan istilah lain, yaitu melebur.
Suhu ketika suatu zat mulai mencair disebut dengan titik cair, titik leleh, atau titik lebur. Akan tetapi, yang paling umum digunakan adalah titik lebur.
Dengan mengetahui titik lebur suatu zat, maka kita dapat mengetahui kemurnian suatu zat. Untuk zat-zat murni, pada umumnya memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan ketika zat tersebut telah tercampur dengan zat lain. Berdasarkan hal inilah, maka untuk memperoleh logam yang murni, maka bijih logam yang dihasilkan dari proses tambang dipanaskan dalam dapur pemanasan sampai melebur dan kemudian melalui proses lebih lanjut akan diperoleh logam yang murni.
c. Menguap
Menguap adalah proses perubahan wujud suatu zat dari bentuk cair menjadi gas atau uap. Suhu ketika suatu zat cair berubah menajdi uap disebut dengan titik uap.
Ketika suatu zat cair dipanaskan pada tekanan normal (1 atm), maka pada suhu tertentu akan terlihat pada seluruh bagian zat cair timbul gelembung-gelembung yang bergerak ke atas dan kemudian pecah saat mencapai permukaan. Pada keadaan yang demikian, zat cair dikatakan mendidih. Ketika suatu zat cair mendidih, maka hampir tiap bagian zat segera berubah menjadi uap. Berdasarkan hal ini, maka titik uap sering disebut dengan titik didih. Sebagai contoh, air murni mendidih ketika mencapai suhu + 100 pada tekanan normal (1 atm), dan pada keadaan tersebut partikel-partikel air akan berubah menjadi gas.
d.Menyublin
Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim. Contohnya, penguapan kapur barus. perubahan ini membutuhkan kalor.
|
This entry was posted on 08.13 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
0 komentar: